Sabtu, 29 November 2014

Belut merupakan salah satu jenis komoditas ekspor andalan yang tidak kalah unggul dibandingkan jenis ikan lainnya. Selain rasanya yang lezat, kandungan gizi belut sangat bagus untuk pertumbuhan. Masyarakat di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan bahkan meyakini belut sebagai sumber makanan yang berprotein tinggi yang dapat membangkitkan stamina tubuh. Permintaan belut di negara-negara kawasan asia bisa mencapai
60 ton per hari dan baru dapat dipenuhi sekitar 20 persen dari angka tersebut.

Permintaan belut dari Indonesia juga mulai diminati masyarakat luar asia seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Perancis, Italia, Spanyol, Belanda, Inggris dan Denmark. Disana belut dikonsumsi sebagai menu tambahan dan dimasukkan dalam hidangan yang  memiliki protein tinggi yang dapat menambah stamina.  Di negara-negara tersebut, belut merupakan bahan dasar makana papan atas yang hanya bisa dijumpai di restoran mewah dan hotel berbintang. Dengan demikian, prospek pemasaran belut ke luar negri jelas sangat menjanjikan.

Belut yang diekspor ke luar negri biasanya berbentuk belut segar (fresh eels), belut beku (frozen eels), dan belut asap (smoked eels). Belut ekspor memiliki harga berkisar 6-12 dolar amerika/kg. Dengan harga yang mahal dan kebutuhan akan belut yang lebih besar dari pasokan, belut dapat dijadikan ladang bisnis yang dapat dibidik para wirausahawan.   

0 komentar:

Posting Komentar