Habitat belut adalah di dalam lumpur. Belut merupakan predator atau pemangsa ganas di lingkungan rawa dan sawah. Di habitatnya tersebut, makanan belut adalah berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh didalam air, seperti serangga, siput, cacing, anak katak dan anak ikan. Jadi belut termasuk hewan karnivora (pemakan daging). Belut yang masih kecil biasanya memakan
zooplankton yang halus seprti protozoa, mikrocrustacae, dan invertebrata mikroskopik. Belut termasuk hewan yang aktif pada malam hari. Oleh sebab itu, tak heran banyak orang yang menangkap hewan licin ini pada waktu malam.
Belut bernapas dengan cara mengambil langsung dari udara dan mampu hidup berbulan-bulan tanpa air dengan syarat lingkungan yang menjadi habitatnya tetap basah. Belut juga mampu menyerap oksigen melalui kulitnya. Kemampuan ini didapat karna belut memiliki alat pernapasan tambahan berupa kulit tipis berlendir yang terdapat dirongga mulutnya. Alat ini berfungsi menghirup oksigen langsung dari udara. Sementara itu, insangnya menghisap oksigen dari dalam air. Kebiasaan menghirup langsung dari udara tampak ketika belut menyembul dari liang tempat tinggalnya.
Kebiasaan hidup belut adalah bersembunyi dan bersarang di dalam lubang berlumpur sambil menunggu mangsa yang lewat. Dalam menangkap hewan yang akan dimangsanya, belut akan melakukan tipu daya dengan cara memasang perangkap berupa lubang tanah berlumpur yang digali di tepi perairan ataupun dipinggir sawah. Ukuran lubang berdiameter sekitar 5cm. Pintu lubang ini tegak lurus, lalu membelok datar. Dari lubang inilah, belut menangkap mangsanya yang lewat.
Sabtu, 29 November 2014
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar